Bupati Mabar : Stop Main Mata, Pemilik Kapal Lalai Bayar Retribusi Sampah, Ancam Tenggelamkan Kapal

Manggarai Barat | Faktadetail.com – Sampah di wilayah perairan laut Labuan Bajo, benar-benar menjadi musuh bagi pemerintah Kabupaten Manggarai Barat. Bagi kapal-kapal yang lalai dalam membayar retribusi sampah, Bupati Mabar ancam akan tenggelamkan kapal.

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi memberi penegasan itu di hadapan seluruh anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat, saat berlangsung sidang paripurna ke-19, dengan agenda penyampaian laporan hasil Badan Pembentukan (Bamperda) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang  Pajak daerah dan Retribusi Daerah, di ruang sidang utama DPRD, Senin (21/8/2023).

Bacaan Lainnya

Kapal-kapal yang selama ini lalai membayar retribusi sampah, kata Bupati Edi, merupakan musuh bersama yang layak dimusnahkan dari bumi komodo.

“Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat tidak akan memberikan toleransi dan tidak akan memberikan keringanan. Bagi pemilik kapal yang  masih menunggak retribusi sampah, maka kapalnya kita tenggelamkan saja,” tegas Edi.

Menurutnya, kapal-kapal yang lalai membayar retribusi sampah, hadir di Manggarai Barat hanya untuk merusak kawasan perairan di Manggarai Barat.

“Kapal-kapal ini hanya membawa kerusakan di kawasan perairan  di Mabar. Kapal- kapal ini harus segera minggat dari Perairan Manggarai Barat, karena sudah terlalu banyak kapal yang beroperasi  di Manggarai Barat,” jelasnya.

Ia juga menduga adanya kelalaian para pemilik kapal dalam membayar pajak bagi daerah, karena ada main mata dengan pihak tertentu. Oleh karena itu, dia memberikan peringatan serius, agar kebiasaan itu harus di hentikan.

“Jika dugaan saya ini benar, saya minta stop! Mulai saat ini, hentikan!” tegas Bupati Edi.

Penegasan Bupati Edi ini merupakan jawaban atas pertanyaan yang disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Barat, Marselinus Jeramun.  Pada kesempatan itu Marselinus Jeramun mengungkapkan, bahwa hasil penelusurannya, masih banyak kapal yang beroperasi di wilayah laut Labuan Bajo, lalai dalam membayar pajak, utamanya retribus sampah.

Padahal kapal-kapal itu, kata Jeramun, merupakan penyumang sampah di wilayah laut Labuan Bajo. Jeramun-pun meminta pemerintah untuk melakukan tindakan tegas, sehingga kebersihan laut Labuan Bajo tetap selalu terjaga.( Info Publik ).

Pos terkait