Diserukan Kepada Kementerian Desa Agar Fokus Entaskan Daerah Tertinggal

Anggota Komisi V DPR RI Anwar Hafid

Di Provinsi Sulawesi Tengah masih terdapat 3 (tiga) Kabupaten yang hingga per hari ini masuk kategori daerah tertinggal. “Sebenarnya Pak Menteri PDTT, ini sebuah hal yang memalukan juga, kalau daerah Sulawesi Tengah itu daerah yang tujuan investasi yang begitu besar tapi masih ada daerah tertinggal. Kenapa masih ada istilah Daerah Tertinggal itu,” ( Anwar Hafid )

JAKARTA | Faktadetail.com – Anggota Komisi V DPR RI Anwar Hafid menyerukan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) untuk kedepannya tidak ada lagi daerah-daerah tertinggal di Indonesia. Dirinya menginginkan Kementerian Desa memberi prioritas khusus untuk bekerja lebih keras dan lebih fokus lagi dalam mengentaskan daerah-daerah yang masih dalam kategori daerah tertinggal.

Bacaan Lainnya

Hal ini ditegaskan Anwar saat Rapat Kerja Komisi V DPR RI dengan Menteri Desa PDTT dengan agenda Evaluasi Pelaksanaan APBN Tahun 2023, Hasil Pemeriksaan BPK RI Semester I Tahun 2022 dan Pembicaraan Pendahuluan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-K/L) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun Anggaran 2024 yang digelar di Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (30/5/2023).

“Sekalipun saya juga paham, bahwa tidaklah menjadi kunci utama keberhasilan kita mengangkat daerah-daerah dari Daerah Tertinggal itu, hanya dengan kerja satu Kementerian saja. Tapi ini tentu kerja semua kerja bareng-bareng semuanya, tapi saya ingin bahwa Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal memberi prioritas khusus bagaimana kita lebih keras dan lebih fokus lagi dalam mengentaskan daerah-daerah kita yang masih dalam kategori Daerah tertinggal,” ujar Anwar.

Anwar mencontohkan, di Provinsi Sulawesi Tengah masih terdapat 3 (tiga) Kabupaten yang hingga per hari ini masuk kategori daerah tertinggal. “Mudah-mudahan ini juga sebenarnya Pak Menteri, ini sebuah hal yang memalukan juga, kalau daerah Sulawesi Tengah itu daerah yang tujuan investasi yang begitu besar tapi masih ada daerah tertinggal. Saya ingin juga mudah-mudahan ini mendapat perhatian, kita coba membedah bersama-sama, kenapa masih ada istilah Daerah Tertinggal itu,” tandas Anwar.

“Walaupun saya lihat daerah-daerah tertinggal yang dimaksud sebenarnya kalau kita bandingkan dengan daerah lain ini sudah lebih maju. Itu Kabupaten Tujuh Una-Una, Kabupaten Donggala, Kabupaten Parigi Moutong, saya lihat itu daerah-daerah yang cukup maju sebenarnya. Mungkin sudah bisa dievaluasi kalau memang sudah memenuhi standar mendingan dikeluarkan dari stigma (daerah tertinggal),” sambung Anwar.

Lebih lanjut, Politisi Fraksi Partai Demokrat ini mengusulkan Kementerian Desa dan PDTT untuk kedepannya semakin meningkatkan alokasi dana desa menjadi prioritas utama yang lebih besar lagi. “Karena bagaimanapun juga sekarang ini desa kita ini, alhamdulillah berkat binaan Kementerian Desa dan juga Kementerian Dalam Negeri, baik di sisi administrasi pemerintahannya sekarang ini sudah jauh lebih baik, Pak Menteri,” tandas Anwar.

Pengelolaan dana desa, sambungnya, hanya akan berdampak multiplier effect jika alokasi dana desa tersebut langsung mengenai ke kas-kas desa. “Saya kira akan jauh berbeda multiplier effect yang terjadi ketika dana alokasi desa ini ditingkatkan dari sekarang.  Tentu ini butuh perjuangan kita semua dan panglimanya tentu untuk kita berjuang kepada bapak Presiden sehingga 2024 di akhir masa jabatan Presiden, bisa memberikan hadiah terbaik buat desa di Indonesia, dengan memberikan alokasi dana desa yang cukup signifikan dari kondisi yang ada sekarang, Saya kira itu amanah UU Desa,” pungkas Anwar. ( Parlementaria dpr.go.id )

Pos terkait