Immunisasi Anak Di Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan Harus Ditingkatkan

Anggota Komisi IX DPR RI Ratu Ngadu Bonu Wulla

“Untuk pelaksanaan BIAN, didengar sudah ada di angka 96.6 persen, namun untuk BIAS, kalau tahun 2022 sangat bagus, yaitu 103 persen, tapi untuk pelaksanaan di tahun 2023, didapat informasi masih ada di angka 59.58 persen. Sedangkan waktu kita hanya satu bulan lagi sampai dengan Desember”

MAROS | Faktadetail.com – Anggota Komisi IX DPR RI Ratu Ngadu Bonu Wulla, menyampaikan bahwa pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) dan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, sudah cukup baik. Ratu Ngadu Bonu Wulla turut mengapresiasi capaian implementasi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Maros. Namun, target dari pelaksanaan program imunisasi anak tersebut harus terus ditingkatkan.

Bacaan Lainnya

“Kalau untuk pelaksanaan BIAN, kita mendengar sudah ada di angkat 96.6 persen, namun untuk BIAS, kalau tahun 2022 sangat bagus, yaitu 103 persen, tapi untuk pelaksanaan di tahun 2023, kita dapat informasi masih ada di angka 59.58 persen. Sedangkan waktu kita hanya satu bulan lagi sampai dengan Desember,” papar Ratu Ngadu Bonu Wulla pada saat melakukan Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi IX DPR di Kantor Bupati Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Rabu (22/11/2023).

Komisi IX DPR turut memperhatikan upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah, termasuk Kabupaten Maros, untuk mencapai target 100 persen dalam satu bulan mendatang.

Ratu Ngadu Bonu Wulla menyampaikan bahwa Komisi IX DPR turut memperhatikan upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah, termasuk Kabupaten Maros, untuk mencapai target 100 persen dalam satu bulan mendatang. Selain itu, Politisi dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu juga meminta Pemerintah Daerah menjelaskan strategi dalam menghadapi berbagai potensi kendala dalam mencapai target 100 persen untuk program BIAS di tahun 2023.

“Kami berharap agar satu bulan ini kita bisa fokus dan efektif dalam mencapai target 100 persen pada program BIAS, bahkan lebih dari 100 persen,” jelas Ratu Ngadu  Bonu Wulla.

Selain itu, Anggota Komisi IX DPR, Rahmad Handoyo, menekankan agar imunisasi dasar pada anak, baik melalui program BIAN maupun BIAS, dapat dipahami dan diterima dengan baik oleh masyarakat. Rahmad meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Maros untuk lebih mengoptimalkan peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dalam memeriksa kesehatan masyarakat. “Lebih baik kita mencegah daripada mengobati. Apa yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan sudah cukup bagus, namun perlu terus ditingkatkan agar imunisasi dasar bisa diterima oleh masyarakat,” papar Rahmad.

Merespon hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, dr M Yunus, menyampaikan bahwa pelaksanaan BIAS tahun 2023 masih sementara berlangsung, dan penginputan capaian ke dalam Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) masih dalam proses dan belum seluruhnya selesai diinput. “Kami masih menyandingkan capaian antara data yang sudah diinput di ASIK dengan data manual,” ujar M. Yunus.

Pos terkait