Karang Taruna Bersama Bupati Maros Godok Kemah Literasi Untuk Mewujudkan Maros Kabupaten Literasi Yang Lebih

Muhammad Agus ( kiri ) dan Bupati Maros Pembina Utama Karang Taruna Kabupaten Maros, H.A.S Chaidir Syam,. S.IP., M.H ( kanan )

Pemuda memiliki peran stategis  dalam mewujukan Maros Kabupaten Literasi yang lebih, masih dapat menyadarkan semua kalangan. Oleh karena itu Karang Taruna harus memiliki peranan di masyarakat dalam membantu pemerintah untuk mewujudkan Literasi yang lebih. Karna Karang Taruna memiliki struktur hingga ke Desa,  sehingga sangat berpotensi menjadi mediator dalam melahirkan budaya baca di Masyarakat.

MAROS | Faktadetail.com – Ketua Karang Taruna Maros Muhammad Agus bersama jajaran berdiskusi apik dengan Bupati Maros sekaligus pembina utama Karang Taruna Kabupaten Maros, H.A.S Chaidir Syam,. S.IP., M.H di Rumah Jabatan Bupati Maros, untuk pelaksanaan kemah literasi, membersamai panitia pelaksana Pengurus Karang Taruna dan Kepala Desa Cenrana Baru yang menjadi lokasi Kemah Literasi, (Rabu 15/11/23).

Bacaan Lainnya

Didampingi Wakil Ketua dan jajaran Pengurus  Karang Taruna Maros , Muhammad Agus, S.Pd.I menyampaikan  tujuan Kemah Literasi yang merupakan program kerja Karang Taruna Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam upaya membantu Pemerintah Daerah meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Kabupaten Maros dan membumikan budaya Literasi dikalangan generasi Karang Taruna secara menyeluruh di semua kalangan masyarakat.

Ketua Karang Taruna Maros sehari-hari disapa dengan pangilan Agus BJ juga merupakan aktivis Literasi Usaid  Prioritas. Di masa program Buku Bacaan Berjenjang (B3) dia bertugas di 2 Kabupaten yaitu Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep. Program Uside Prioritas saat itu menyasar ratusan sekolah, melatih para Kepala Sekola dan Guru Kelas menjadi Role Mode, menebarkan literasi dasar di dunia pendidikan . Sevisi dengan Pembina Karang Taruna yaitu Bupati Maros kerap dipanggil Kak Chaidir yang sangat cinta dunia pemberdayaan khususnya gerakan  literasi, telah terbukti beliau ( Kak Chaidir-red ) adalah  Kepala Daerah yang telah diganjar penerima penghargaan tertinggi penggerak literasi dari Perpustakaan Nasional atas perolehan best practise yang telah beliau laksanakan di Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan,kata Agus BJ

Sehingga Karang Taruna yang merupakan organisasi perisai pemerintah daerah, memaksimalkan membantu pemerintah dalam pencapaian Visi Misi. Salah satunya adalah peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dikemas Kemah Literasi. Selanjutnya  setelah kemah literasi, berlanjut dengan akan diresmikan sebuah Kampung Literasi binaan Pemda dan Karang Taruna di Kecamatan Cenrana. Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan Sabtu – Ahad, 25 – 26 November 2023, tambah Agus

Agus BJ mengatakan dalam kegiatan tersebut akan ada bincang Literasi dengan menghadirkan Narasumber Nasional pemerhati literasi yaitu  Bachtiar Adnan Kusuma, Bupati Maros dan Ketua Karang Taruna Maros dan tentunya Bupati Maros sebagai role mode yang sudah menasional akan mengisi Keynote Speaker .

Pemuda memiliki peran stategis  dalam mewujukan Maros Kabupaten Literasi yang lebih, masih dapat menyadarkan semua kalangan. Oleh karena itu Karang Taruna harus memiliki peranan di masyarakat dalam membantu pemerintah untuk mewujudkan hal tersebut. Karna Karang Taruna memiliki struktur hingga ke Desa,  sehingga sangat berpotensi menjadi mediator dalam melahirkan budaya baca di Masyarakat.  Seprti itu harapan Bupati Maros. Selain bincang Literasi juga akan melakukan gerakan literasi lingkungan menyambut musim hujan membumikan Go Green Kabupaten Maros. Penanaman Pohon di area lapangan Pasolori, upaya mewujudkan lingkungan yang sejuk Desa Cenrana Baru. Kegiatan ini akan di hadiri oleh kader Karang Taruna  utusan 14 Kecamatan se Kabupaten Maros dan seluruh anggota Karang Taruna Desa se Kecamatan Cenrana, pengurus Kabupaten dan akan melibatkan emak emak ( ibu rumah tangga) wilayah terdekat sebagai support sistem keluarga dan anak semoga dapat di stimulan gerakan literasi masuk rumah masuk kamar yakni mendorong anak membaca atau bercerita dongeng sebelum tidur sebagai upaya pembentukan karakter anak melalui literasi, urai Agus BJ.

 

Pos terkait