banner 728x250

Komisi IV DPR RI tegur Mentan, data Produksi Beras tidak sesuai dengan kenyataan.

banner 120x600
banner 468x60

Jakarta | Faktadetail.com – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengklaim bahwa produksi padi atau gabah kering giling (GKG) dan produksi beras mengalami peningkatan. Dia menyebut ketersediaan pangan dari produksi dalam negeri menghadapi bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri relatif aman.
Mentan menuturkan, produksi padi atau gabah kering giling sebanyak 23,94 juta ton atau meningkat 0,53%. Sementara itu produksi beras juga mengalami peningkatan 0,56% atau berhasil menghasilkan sebanyak 13,79 juta ton.

“Dengan memperhatikan kondisi tersebut menunjukkan bahwa ketersediaan pangan dari produksi dalam negeri menghadapi bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri relatif aman,” ujar Syahrul Yasin Limpo dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, 27/3/2023.

banner 325x300

Syahrul Yasin Limpo menyampaikan, pada tahun 2023 potensi luas panen selama Januari hingga April sebanyak 4,51 juta hektare. Jumlah itu meningkat 2,13% dibanding periode yang sama tahun 2022.

“Dapat kami sampaikan selama tahun 2022 produksi beras naik 0,15 juta ton atau naik 0,29% dibandingkan tahun 2021, yaitu dari 31,36 juta ton menjadi 31,54 juta ton, dengan konsumsi sebesar 30,20 juta ton, maka terdapat surplus sebesar 1,3 juta ton,” tuturnya.

Data-data yang disampaikan Mentan Syahrul Yasin Limpo langsung direspons anggota dewan. Mereka mempertanyakan data tersebut tetapi keran impor justru dibuka bahkan sampai 2 juta ton.

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDIP, Sutrisno, mempertanyakan atas penugasan impor beras dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) kepada Perum Bulog sebanyak 2 juta ton untuk tahun 2023 ini, di mana 500 ribu ton harus didatangkan segera.

“Kalau ini betul data yang dipublikasi oleh Kementerian Pertanian seharusnya pemerintah tidak perlu melakukan impor,” sindir Sutrisno.

Dia pun meminta kepada Kementerian Pertanian untuk memperbaiki masalah data terutama bukan hanya soal prediksi tetapi kondisi nyata di lapangan.

“Berdasarkan kenyataan yang ada di lapangan bahwa produksi padi itu terjadi penurunan,” ungkap anggota KOMISI IV  Sutrisno.

Juga Anggota Komisi IV DPR lainnya, Daeng Muhammad dari Fraksi PAN mengungkapkan hal yang berbeda dari pernyataan Mentan Syahrul Yasin Limpo. Dia bilang banyak wilayah di Indonesia yang gagal panen alias puso. Salah satunya di Karawang, Jawa Barat yang menjadi lumbung padi nasional.

Menurut Daeng Muhammad di sana ada 18 kecamatan dari 23 kecamatan yang mengalami puso. Para petani di sana harus melakukan tanam ulang yang mengakibatkan mundur waktu panen.

“Kelamahan negara ini cuma satu, kita selalu bicara swasembada kenyataannya zero,” ucap Daeng Muhammad.

Sebelumnya diberitakan bahwa, Perum Bulog mendapatkan penugasan untuk mengimpor beras sebanyak 2 juta ton pada tahun ini, dimana 500 ribu ton harus segera didatangkan secepatnya. Penugasan diberikan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Adapun penugasan impor beras tersebut untuk pengadaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

“Menindaklanjuti hasil rapat internal bersama Bapak Presiden tanggal 24 Maret 2023 dengan topik Ketersediaan Bahan Pokok dan Persiapan Arus Mudik Idul Fitri 1444 H, kami menugaskan Perum Bulog untuk melaksanakan pengadaan cadangan beras pemerintah (CBP) dari luar negeri sebesar 2 juta ton sampai dengan akhir Desember 2023. Pengadaan 500 ribu ton pertama agar dilaksanakan secepatnya,” berita mengutip surat yang ditanda tangani Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi.

Masih dari berita tentang surat Bapanas disebutkan tambahan pasokan beras tersebut dapat digunakan untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Beras (SPHP), bantuan beras kepada sekitar 21,353 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dan kebutuhan lainnya.

CNBI

Editor :  faktadetail.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

43 + = 46