Menumbuh Kembangkan Bisnis UMKM Dengan Sarana Media Sosial

Media Sosial Sarana Efektif Bagi Bisnis UMKM ( Meutya Hafid Anggota Komisi I DPR RI )

Bisnis startup cukup menjanjikan, khususnya bagi anak-anak muda yang tidak pesimis dan tidak takut gagal untuk berwirausaha ( Angeline Tanty, Founder & CEO DEPATU )

Perkembangan digitalisasi berkembang sangat signifikan dan mampu mendorong terciptanya ekosistem digital yang baik. ( Semuel A Pangerapan, DirjenAptika Kemkominfo )

Jakarta | Faktadetail.com – Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid mengatakan media sosial bisa menjadi sarana yang efektif untuk memasarkan produk-produk milik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pasalnya, pemasaran lewat media sosial bisa menjangkau khalayak yang lebih luas. Selain itu, biaya promosi lewat media sosial jauh lebih murah ketimbang iklan berbayar.

“Keterlibatan pelanggan menjadi lebih besar. Dengan menggunakan media sosial. Pelaku UMKM dapat berinteraksi dengan pelanggan dan mendapatkan umpan balik langsung tentang produk atau layanan yang mereka tawarkan,” ujar Meutya Hafid sebagai keynote Speakernya di webinar Ngobrol Bareng Legislator. Webinar bertajuk Strategi Pengembangan UMKM Melalui Media Sosial, yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (10/5/23).

Webinar via zoom yang diselenggarakan DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) diikuti 250 mahasiswa dari wilayah Sumatera Utara dan sebagian wilayah Jabodetabek.

Nara Sumber Webinar ini antara lain, Dirjen Aptika Kemkominfo, Semuel A Pangerapan dan Founder & CEO Depatu, Angeline Tanty.

Meutya Hafid yang juga politisi senior Partai Golkar lebih lanjut memberikan sejumlah tips bagi pelaku UMKM untuk mengoptimalkan pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran.

Pertama adalah dengan membuat Akun Bisnis yang memungkinkan UMKM mendapatkan fitur yang lebih optimal untuk memasarkan produk.
Kedua adalah membuat Konten yang menarik mengenai produk-produk yang hendak dijual, kata Meutya Hafid.

Di tempat yang sama, Founder & CEO Depatu, Angeline Tanty mengatakan bisnis startup cukup menjanjikan, khususnya bagi anak-anak muda yang tidak pesimis dan tidak takut gagal untuk berwirausaha.

“Startup itu sangat unik, dengan membuka Startup sendiri itu kita berarti mencoba untuk mandiri,” kata Angeline Tanty.

Lebih lanjut Angeline Tanty menyampaikan tidak dapat dipungkiri juga, bahwa tantangan berbisnis startup juga banyak, bisa berupa modal usaha, loyalitas tenaga kerja, dan pengetahuan tentang berbagai hal.

“Saya ingin, lanjut Angeline Tanty lagi, anak muda itu bisa maju terus kembangkan apa yang kalian lakukan, majukan negeri ini lalu sejahterakan masyarakat yang kurang beruntung, dan kita harus berbagi. Kunci sukses itu jangan takut gagal, efektifkan waktu dan kreatif,” ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Aptika Kemkominfo, Samuel A Pangerapan mengatakan, Perkembangan digitalisasi di Indonesia berkembang sangat signifikan dan mampu mendorong terciptanya ekosistem digital yang baik dalam beberapa tahun belakangan ini.

Ditambah dengan adanya dorongan pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak awal tahun 2020 telah meningkatkan penggunaan internet dan mempercepat adopsi digital pada kegiatan sehari-sehari, kata Samuel.

Pemerintah, lanjut Semuel, mendorong masyarakat untuk dapat beradaptasi menggunakan aplikasi digital dan meningkatkan kompetensi digital masyarakat.

Mas Husnie

Editor : Budiman S Faktadetail.com

Jakarta | Faktadetail.com – Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid mengatakan media sosial bisa menjadi sarana yang efektif untuk memasarkan produk-produk milik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pasalnya, pemasaran lewat media sosial bisa menjangkau khalayak yang lebih luas. Selain itu, biaya promosi lewat media sosial jauh lebih murah ketimbang iklan berbayar.

“Keterlibatan pelanggan menjadi lebih besar. Dengan menggunakan media sosial. Pelaku UMKM dapat berinteraksi dengan pelanggan dan mendapatkan umpan balik langsung tentang produk atau layanan yang mereka tawarkan,” ujar Meutya Hafid sebagai keynote Speakernya di webinar Ngobrol Bareng Legislator. Webinar bertajuk Strategi Pengembangan UMKM Melalui Media Sosial, yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (10/5/23).

Webinar via zoom yang diselenggarakan DPR bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) diikuti 250 mahasiswa dari wilayah Sumatera Utara dan sebagian wilayah Jabodetabek.

Nara Sumber Webinar ini antara lain, Dirjen Aptika Kemkominfo, Semuel A Pangerapan dan Founder & CEO Depatu, Angeline Tanty.

Meutya Hafid yang juga politisi senior Partai Golkar lebih lanjut memberikan sejumlah tips bagi pelaku UMKM untuk mengoptimalkan pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran.

Pertama adalah dengan membuat Akun Bisnis yang memungkinkan UMKM mendapatkan fitur yang lebih optimal untuk memasarkan produk.
Kedua adalah membuat Konten yang menarik mengenai produk-produk yang hendak dijual, kata Meutya Hafid.

Di tempat yang sama, Founder & CEO Depatu, Angeline Tanty mengatakan bisnis startup cukup menjanjikan, khususnya bagi anak-anak muda yang tidak pesimis dan tidak takut gagal untuk berwirausaha.

“Startup itu sangat unik, dengan membuka Startup sendiri itu kita berarti mencoba untuk mandiri,” kata Angeline Tanty.

Lebih lanjut Angeline Tanty menyampaikan tidak dapat dipungkiri juga, bahwa tantangan berbisnis startup juga banyak, bisa berupa modal usaha, loyalitas tenaga kerja, dan pengetahuan tentang berbagai hal.

“Saya ingin, lanjut Angeline Tanty lagi, anak muda itu bisa maju terus kembangkan apa yang kalian lakukan, majukan negeri ini lalu sejahterakan masyarakat yang kurang beruntung, dan kita harus berbagi. Kunci sukses itu jangan takut gagal, efektifkan waktu dan kreatif,” ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Aptika Kemkominfo, Samuel A Pangerapan mengatakan, Perkembangan digitalisasi di Indonesia berkembang sangat signifikan dan mampu mendorong terciptanya ekosistem digital yang baik dalam beberapa tahun belakangan ini.

Ditambah dengan adanya dorongan pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak awal tahun 2020 telah meningkatkan penggunaan internet dan mempercepat adopsi digital pada kegiatan sehari-sehari, kata Samuel.

Pemerintah, lanjut Semuel, mendorong masyarakat untuk dapat beradaptasi menggunakan aplikasi digital dan meningkatkan kompetensi digital masyarakat.

Mas Husnie

Editor : Budiman S Faktadetail.com

Pos terkait