Ribuan Personel Dikerahkan untuk Amankan KTT ASEAN di Labuan Bajo NTT

LABUAN BAJO, NTT | Faktadetail.com – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-42 di Labuan Bajo akan berlangsung pada 9-11 Mei 2023.

Untuk pengamanan dan keamanan para tamu negara, ribuan personel  akan terlibat langsung dalam pengamanan seluruh rangkaian pertemuan yang diselenggarakan oleh negara anggota ASEAN di Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur ( NTT ).

“Total dari personil Polri  2.611borang, diantaranya dari Polda NTT 1.650 ,” kata Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Pol Johanis Asadoma kepada wartawan di Labuan Bajo,27/4/2023.

Irjen Pol Johanis Asadoma menjelaskan, untuk pengamanan Kepala Negara, Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) berada pada ring satu, TNI pada ring dua dan Polri di ring tiga.

Sedangkan untuk pengamanan terhadap tamu VIP tingkat menteri, personel Polri berada di ring satu.

“Jadi saling kerja sama, saling back-up. Tidak bisa kita kerja sendiri,”katanya.

Ada juga beberapa personel yang diminta secara khusus untuk membantu kegiatan pengamanan Paspampres.
“Semuanya kita siapkan dengan baik. Memang ini adalah kerja bersama. Sama-sama bekerja untuk bangsa dan negara, jadi tidak ada yang sendiri-sendiri (parsial),” imbuhnya.

Kapolda NTT menambahkan, semua lembaga, baik TNI, Polri, pemerintah daerah, kementrian dan lembaga lain, serta masyarakat bersinergi untuk menyukseskan KTT ASEAN Summit.

550 Delegasi Akan Hadiri KTT Asean Summit 2023

Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT (Nusa Tenggara Timur) bersiap menyambut event internasional KTT Asean Summit ke-42 pada 9-11 Mei 2023 mendatang.

KTT ASEAN Summit 2023 di Labuan Bajo nantinya akan dihadiri 550 delegasi anggota Asean, termasuk Timor Leste.

Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) Shana Fatina mengatakan KTT Asean Summit 2023 akan dihadiri 11 kepala negara dari anggota Asean dan negara sahabat.

Selain itu ada sekitar 300 hingga 500 orang panitia nasional lintas K/L, dan 1.300 pasukan pengamanan akan hadir di Labuan Bajo.

Hal ini tentunya akan berdampak signifikan untuk pariwisata Labuan Bajo.

“Ini akan berdampak langsung ke sektor pariwisata dan ekonomi kreatif secara langsung seperti transportasi, akomodasi, kerajinan maupun tidak langsung seperti supply bahan makanan dari pertanian dan peternakan,” ungkap Shana Fatina di Labuan Bajo, NTT, Jumat (28/4).

Oleh karena itu, untuk meratakan dampak ekonomi berbagai acara disiapkan panitia agar bisa menyentuh langsung ke masyarakat luas.

“Delegasi juga akan diarahkan dan ditawarkan untuk mengunjungi atraksi dan desa wisata di sekitar Labuan Bajo, kunjungan diharapkan dapat dilakukan di luar jadwal resmi dikarenakan selama tiga hari jadwal KTT ASEAN Summit padat dengan agenda rapat-rapat. Hal ini sebagai upaya kami untuk ikut melibatkan masyarakat dan desa wisata,” jelas Shana.

BPOLBF juga bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Manggarai Barat dan Kemenparekraf menggelar rangkaian side event ekonomi kreatif Labuan Bajo untuk turut memeriahkan gelaran KTT ASEAN Summit yang dijadwalkan usai perayaan Idul Fitri nanti.

“Pertunjukan seni budaya, pameran produk kreatif UMKM masyarakat akan digelar disekitar tempat berlangsungnya KTT Asean Summit, kami berharap para delegasi bisa menikmatinya disela agenda rapat,” jelasnya.

Nantinya, juga ada beberapa tari tradisional yang ditampilkan yakni Tari Tiba Meka, Rangkuk Alu, dan Caci.

Kemudian ada Kompiang, Ikan Kuah Asam, Rebok, dan Songkol yang merupakan makanan khas Manggarai yang bisa disajikan selama kegiatan. Juga ada Tenun, Sasando, dan Kopi yang bisa dijadikan suvenir atau cendera mata dalam kegiatan itu.

“Yang terbaik dari Labuan Bajo akan disajikan sebagai hasil kolaborasi semua pihak, dimana Labuan Bajo telah menjadi destinasi MICE para pimpinan negara,” katanya.

Shana juga mengajak masyarakat untuk bisa menghargai dan menjaga privasi dari para tamu delegasi yang hadir.

“Kita sebagai tuan rumah harus menggunakan momentum ini untuk menunjukkan servis terbaik, menawarkan produk terbaik, salah satunya tentang privasi,” tutur Shana Fatina.

BPOLBF juga memastikan tidak ada penutupan tempat wisata selama penyelenggaraan KTT berlangsung. Namun, pihaknya memastikan venue-venue KTT Asean akan diamankan cukup ketat.

Venue-venue yang dimaksud itu berada tak jauh dari pelabuhan, termasuk Hotel Meruorah yang berada di jantung lokasi pariwisata.

Begitu pula Hotel Ayana, yang hanya berjarak sekitar 6 kilometer dari Hotel Meruorah.

“BPOLBF sebagai satuan kerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dilibatkan membantu pemerintah pusat, khususnya Kementerian Sekretariat Negara dan Kementerian Luar Negeri dalam kerja-kerja teknis. Salah satunya koordinasi pengamanan untuk sinergi aktivitas pariwisata Labuan Bajo. Mengingat saat pelaksanaan KTT Asean nanti musim awal puncak kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo,” kata Shana Fatina.

Editor : Budiman S  Faktadetail.com

Pos terkait