Tahi Lalat Timbul Pengaruh Genetika dan Paparan Sinar Matahari ( ? )

Gambar Ilustrasi Tahi Lalat

London | Faktadetail.com – Pernahkah Anda memperhatikan tahi lalat anak ? Coba perhatikan apakah posisi tahi lalatnya sama dengan tahi lalat yang anda miliki ? Kalau sama, ingat bahwa itu bukan kebetulan.

Bacaan Lainnya

Hasil penelitian dirangkum dalam journal Pigment Cell and Melanoma Research pada tahun 2019, menemukan bahwa banyak nyajumlah tahi lalat dapat dipengaruhi oleh Gen. Tak hanya jumlah tahi lalat yang dipengaruhi oleh gen, posisinya tahi lalat di badan pun dipengaruhi oleh genetika, katanya.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh tim dari King’s College London, menganalisis kelompok besar yang terdiri dari 3.200 anak kembar sehat, sebagian besar perempuan, dan menghitung tahi lalat di kepala dan leher, punggung, perut dan dada, tungkai atas dan tungkai bawah.

Ditemukan bahwa pada wanita, efek genetik terendah pada jumlah tahi lalat, ada di punggung dan perut (26%), dan tertinggi di tungkai bawah (69%). Jumlah tahi lalat pada Wanita lebih besar pada tungkai bawah yang tidak mungkin disebabkan oleh paparan sinar matahari saja, tetapi karena susunan genetik khususnya jenis kelamin.

Penelitian seorang ahli bernama Dr. Alessia Visconti, dari Departemen Riset Kembar di King’s College London, mengatakan, mereka sudah lama mengetahui bahwa tahi lalat merupakan faktor risiko utama untuk kanker kulit Melanoma. Di mana pasien wanita menunjukkan tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi terkait dengan situs Melanoma yang cenderung terjadi di tubuh bagian bawah, daripada pria yang cenderung terpengaruh di tubuh bagian atas, leher, dan kulit kepala.

“Dengan penelitian ini kami sekarang tahu bahwa tidak hanya jumlahnya tetapi juga lokasi tahi lalat di tubuh sebagian besar disebabkan oleh genetika,” kata Dr. Allesia Visconti, dikutip dari Science Daily.

Tahi Lalat Itu Apa Sebenarnya?

Mengutip dari Medline Plus, tahi lalat adalah pertumbuhan berlebih dari sel kulit yang disebut Melanosit. Meskipun tahi lalat adalah pertumbuhan sel yang berlebihan, seperti tumor, namun tahi lalat hampir selalu tidak bersifat kanker (jinak).

Meski demikian, dalam kasus tertentu tahi lalat dapat berkembang menjadi kanker kulit yang paling serius yang disebut Melanoma. Biasanya ciri-ciri tahi lalat yang berkembang jadi Melanoma adalah yang ukurannya besar, bentuknya tidak teratur, dan berwarna mencolok dari kulit.

Apa saja faktor Penyebab Munculnya Tahi Lalat ?

Mungkin anda juga bertanya-tanya kapan sebetulnya tahi lalat muncul ?. Sebab banyak bayi yang tidak memiliki tahi lalat saat lahir, namun ternyata saat dewasa ada beberapa tahi lalat yang muncul di tubuhnya.

Dilansir Medline Plus, tahi lalat bisa muncul sejak lahir, atau saat usianya semakin besar. Sebagian besar tahi lalat muncul di bagian tubuh yang terpapar sinar matahari (radiasi ultraviolet), dan jumlah tahi lalat yang dimiliki seseorang dapat meningkat setelah lama berada di bawah sinar matahari.

Saat kadar hormon mulai berubah, seperti masa remaja dan kehamilan, bisa muncul tahi lalat baru. Selama masa hidup seseorang, penampilan tahi lalat dapat berubah, mulai dari tumbuh rambut di tahi lalat, berubah ukuran dan bentuknya, menggelap, memudar, hingga menghilang. Bayi dan Orang beranjak usia tua diketahui cenderung memiliki tahi lalat paling sedikit.

Selain sinar Ultraviolet dan Genetika, para peneliti juga menduga ada pengaruh Hormon atau proses Biologis lainnya.

Pada individu yang lebih rentan, seperti berkulit putih, rambut terang, kulit pernah terbakar, dan ada riwayat Melanoma pada keluarga, radiasi ultraviolet dari paparan sinar matahari berulang dapat merusak gen yang ada. “Tahi lalat meningkatkan risiko mereka menjadi ganas,” tulis Medline Plus.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu yang memiliki banyak tahi lalat berisiko lebih tinggi terkena Melanoma. Meskipun demikian, beberapa orang yang didiagnosis Melanoma memiliki sedikit tahi lalat, dan melanoma sering berkembang di area tubuh yang tidak terpapar sinar matahari. Para peneliti masih bekerja untuk mengidentifikasi gen kerentanan tambahan untuk lebih memahami genetika tahi lalat dan hubungannya dengan kanker, tulis Jurnal itu.

Berbagai Sumber

Editor  : Budiman S             Faktadetail.com

Pos terkait