Terungkap,Teroris Yang Ditangkap Berencana Gagalkan Pemilu

Konfrensi Pers Penangkapan Teroris

Para tersangka teroris menganggap demokrasi melanggar aturan Jamaah Ansharut Daulah (JAD ). Sehingga muncul niat dari para tersangka diduga hendak melakukan sejumlah aksi untuk mengganggu pelaksanaan Pemilu 2024

JAKARTA | Fakatdetail.com – Detasemen Khusus ( Densus ) 88 Anti-Teroris telah menagkap 59 orang terduga tersangka Teroris dari berbagai daerah. Sebanyak 40 diantara tersangka terorisme yang berhasil ditangkap, terungkap bahwa mereka yang (ditangkap-red) berencana hendak menggagalkan pelaksanaan Pemilu 2024.

Bacaan Lainnya

Penangkapan dilakukan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri. 40 tersangka terorisme merupakan anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang ditangkap pada tanggal 27 dan 28 Oktober lalu di sejumlah wilayah.

” 23 orang ditangkap di wilayah Jawa Barat,  11 orang di wilayah DKI Jakarta, dan 6 orang di Sulawesi Tengah,” kata juru bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (31/10/2023).

Jaringan kelompok JAD itu diketahui dipimpin seorang berinisial AU. Para teroris ini, kata Aswin, telah berbaiat kepada ISIS.

Aswin Sirergar menjelaskan para tersangka menganggap demokrasi melanggar aturan JAD. Sehingga muncul niat dari para tersangka diduga hendak melakukan sejumlah aksi untuk mengganggu pelaksanaan Pemilu 2024.

“Bagi mereka, pemilu adalah rangkaian demokrasi, di mana demokrasi itu adalah maksiat, demokrasi ini adalah sesuatu yang melanggar hukum bagi mereka,” ujar Aswin Siregar.

Lebih lanjut Aswin Siregar mengatakan kelompok tersebut diduga hendak melakukan serangan terhadap aparat keamanan yang bertugas selama proses pemilu. Dia menyebut hal itu merupakan bagian dari rencana besar para tersangka teroris, yakni menggagalkan pemilu.

“Mereka berencana melakukan serangan terhadap aparat-aparat keamanan yang menjadi fokus pengamanan dalam rangkaian kegiatan pemilu tersebut,” kata dia.

“Ada rencana penyerangan  terutama ke fasilitas pengamanan polisi. Masih ada kaitan dengan aksi atau tujuan besar untuk menggagalkan pesta demokrasi atau rangkaian pemilu,” ujarnya.

Aswin Siregar mengatakan Polri berkomitmen mengawal dan mengamankan Pemilu 2024. Densus 88, kata dia, terus memantau ancaman teror yang ada.

“Densus bisa memastikan bahwa tidak ada perubahan eskalasi ancaman yang harus kita khawatirkan. Tindakan-tindakan yang dilakukan adalah tindakan preemtif dan preventif,” ujarnya.

Dari terduga tersangka Teroris yang ditangkap itu, Densus 88 telah menyita sejumlah barang bukti. Barang yang disita seperti senjata api jenis AK47 dan pistol revolver berserta amunisinya dari para tersangka.

Densus 88 telah melakukan penggeledahan dan penyitaan terhadap barang bukti berupa 1 pucuk senjata api AK47, kemudian banyak amunisi, magasin. Senapan angin atau pre-charged pneumatic yang dipakai untuk latihan para tersangka juga turut disita. Selain itu, Densus menyita sejumlah senjata tajam. “Kemudian senjata tajam, kemudian satu pucuk senjata revolver beserta 17 amunisi untuk revolver,” rinci Aswin Siregar.

Selain senjata, Densus 88 menyita berbagai komponen bahan kimia yang digunakan untuk pembuatan bahan peledak. Bahan-bahan itu seperti belerang dan garam Himalaya yang biasanya dipakai untuk mengganti HCL untuk bahan peledak.

“Dan beberapa materi cetakan yang digunakan sebagai bahan atau alat propaganda mereka,” Lebih jauh, Aswin mengatakan, bahwa pihaknya telah mengetahui asal muasal senjata itu. Namun, belum mau membebaerkan ke Publik..

“Belinya dari dalam negeri, datangnya bisa jadi dari luar. Masih on process. Detailnya nanti, kita akan rilis lagi nanti,” kata Aswin Siregar.

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Prabowo, M.Si menyatakan menjamin Pemilu 2024 aman. Kapolri telah memerintahkan pasukan pengamanan Pemilu 2024 mengantisipasi aksi terorisme di seluruh wilayah Indonesia. Menurut Kapolri, hal itu merupakan bagian penting demi menjamin Pemilu 2024 berjalan aman dan lancar.

“Terorisme harus menjadi perhatian serius. Pada penyelenggaraan Pemilu 2019 lalu terdapat enam aksi serangan terror. Dan ini tidak boleh terjadi di Pemilu 2024,” kata Kapolri  dalam amanatnya pada saat gelar pasukan Operasi Mantap Brata 2023-2024 di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Selasa (17/1023).

Pos terkait