Bimbingan Teknis Peningkatan Profesionalisme Pelayanan Pemanduan Dan Penundaan Kapal Laut

JAKARTA | Faktadetail.com Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaksanaan Pemanduan dan Penundaan Kapal 2023. Kegiatan itu bertujuan meningkatkan profesionalisme dalam penyelenggaraan, pengawasan, dan pelaksanaan pelayanan pemanduan dan penundaan kapal dengan berlandaskan pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Direktur Kepelabuhanan, Muhammad Masyhud, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya konkret dalam meningkatkan pelayanan di sektor pemanduan dan penundaan kapal.

Bacaan Lainnya

“Sebagai upaya untuk terus meningkatkan profesionalisme pelayanan bidang pemanduan dan penundaan kapal baik dari sisi penyelenggaraan, pengawasan dan pelaksanaan, dengan tetap berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Masyhud pada Selasa (24/10/2023 Info Publik ).

Kegiatan Bimtek yang diselenggarakan selama tiga hari ini diawali dengan pembekalan umum dan diskusi terkait pelaksanaan regulasi bidang pemanduan dan penundaan kapal berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 57 tahun 2015 yang disajikan oleh Kepala Subdirektorat Pemanduan dan Penundaan Kapal, dan dilanjutkan dengan penyampaian beberapa materi pilihan yang kerap menjadi potensi grey area sehingga dinilai perlu pendalaman dan penegasan dalam diskusi.

“Beberapa materi tersebut meliputi tata cara rekonsiliasi dan pembayaran PNBP jasa pelayanan pemanduan dan penundaan kapal, penentuan tingkat kecukupan dan kehandalan pandu, sarana bantu dan prasarana pemanduan kapal yang harus tersedia di suatu perairan pandu berdasarkan konsep perhitungan rumus empiris, mekanisme pelaksanaan familiarisasi bagi pandu, tata cara pelaksanaan evaluasi atas penyelenggaraan pemanduan dan penundaan kapal, serta simulasi penggunaan beberapa modul baru dalam Aplikasi SIPANDU,” ungkap Masyhud.

Dalam upaya untuk menjadikan Bimtek lebih interaktif, para peserta didorong untuk terlibat dalam diskusi dua arah, sehingga setiap peserta memiliki kesempatan untuk memberikan masukan konstruktif, gagasan inovatif, dan tanggapan atas materi yang disajikan. Terutama, terhadap materi yang masih berupa konsep ide untuk mendapat perhatian lebih lanjut.

“Dengan cara ini, kami berharap seluruh peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif, dan kami membuka kesempatan bagi para peserta untuk memberikan masukan konstruktif, gagasan inovatif, dan tanggapan terhadap materi yang disajikan,” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kasubdit Pemanduan dan Penundaan Kapal, Renaldo Sjukri mengungkapkan, kegiatan bimbingan teknis pada sesi 1 ini, dihadiri oleh 44 UPT di Lingkungan Ditjen Hubla yang merupakan pengawas pemanduan, dan sembilan badan usaha pelabuhan/pengelola terminal khusus penerima Pelimpahan Kewenangan Pelaksanaan Pemanduan dan Penundaan Kapal di wilayah Indonesia bagian timur.

Menurut Renaldo, para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk berperan aktif dalam forum diskusi dan Tim Subdit Pemanduan dan Penundaan Kapal akan menghimpun dengan seksama dan berimbang setiap detil masukan, gagasan, dan aspirasi yang muncul dalam forum Bimtek ini.

Semua hal itu, lanjut Renaldo, akan menjadi referensi berharga dalam proses finalisasi penyusunan naskah Peraturan Menteri Perhubungan tentang Pemanduan dan Penundaan Kapal yang baru.

“Pada akhir kegiatan Bimtek, akan dirumuskan berita acara yang memuat tentang poin-poin materi yang dibahas dan disepakati dalam pelaksanaan Bimtek untuk ditandatangani bersama sebagai konsensus hasil pelaksanaan Bimtek, untuk selanjutnya akan kami laporkan kepada Bapak Dirjen Hubla,” tutupnya.

Kemenhub, Hubla, Bimtek, Profesionalisme, Pelayanan, Pemanduan, Penundaan, Kapal,

 

Pos terkait