Jaga Kedaulatan Negara, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 10/ Bradjamusti Patroli Patok Batas Negara

Terdapat 106 patok, seluruhnya merupakan Patok Batas Type D dan C. Jarak dari Pos menuju Patok pertama sekitar 25 kilometer. Dibutuhkan waktu sepuluh sampai dengan dua belas hari perjalanan pulang pergi untuk mencapai 105 Patok

SINTANG, KALBAR | Faktadetail.com – Sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) yang memiliki tugas pokok menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan keamanan di wilayah perbatasan RI-Malaysia.

Bacaan Lainnya

Prajurit TNI Satgas Pamtas Yon Armed 10/ Bradjamusti Kostrad Pos Sei Kelik, melaksanakan Patroli Patok di wilayah Sei Kelik, Kecamatan Ketungau Hulu,Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas Yonarmed 10/ Bradjamusti , Mayor Arm Ady Kurniawan, M.Han., dalam rilis tertulisnya di Makotis Badau, Rabu lalu (22/11/2023).

Dansatgas mengungkapkan bahwa salah satu tugas pokok TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP) adalah mengamankan wilayah perbatasan yang diimplementasikan diantaranya dengan melaksanakan Patroli Patok.

Patroli Patok kali ini dilaksanakan dan dipimpin langsung oleh Danpos Sei Kelik Letda Arm Samuel Baggio bersama dengan empat orang anggotanya.

“Terdapat 106 patok yang menjadi tanggung jawab Pos Pamtas Sei Kelik Satgas Yon Armed 10/Bradjamusti yang seluruhnya merupakan Patok Batas Type D dan C,” ujarnya.

Menurut perwira ramah ini, jarak tempuh dari Pos menuju Patok pertama yakni sekitar 25 kilometer.

“Dibutuhkan waktu sepuluh sampai dengan dua belas hari perjalanan pulang pergi untuk mencapai 105 Patok lagi yang menjadi tanggung jawab Pos Sei Kelik,” tambah Dansatgas, Mayor Ady Kurniawan.

Dansatgas mengatakan, tujuan dilaksanakannya Patroli Patok yaitu untuk mengetahui dan memastikan kondisi Patok Batas Negara tidak bergeser ataupun rusak. Karena hal ini menyangkut tentang kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dansatgas menambahkan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan Patroli Patok ini dibutuhkan kondisi fisik yang prima dan mental yang kuat.

“Karena medan yang dilalui lumayan berat dan bervariasi seperti melintasi sungai, menyusuri rawa-rawa maupun menerobos hutan yang cukup lebat,” jelas Mayor Ady Kurniawan. (Yonarmed 10/Bradjamusti)

Pos terkait